Jun 19, 2022

Sertifikasi Kompetensi Semakin Diperlukan, BNSP – LSP AREA Indonesia Gelar Pelatihan Askom

Di tengah spirit perbaikan ekonomi nasional menjelang endemi, hampir setiap industri mulai menggeliat bangkit. Semuanya membutuhkan tenaga profesional yang kompeten di bidangnya masing-masing.  Selain dipersyaratakan oleh berbagai institusi dalam merekrut dan mengikuti tender bisnis, sertifikasi kompetensi kedepan sangat dibutuhkan seiring perlunya SDM yang kompeten. Sertifikasi kini menjadi persyaratan untuk bekerja dan berusaha.

Memiliki sertifikasi juga memberikan nilai tambah bagi profesional di hadapan perusahaan atau konsumen. Sertifikasi menunjukkan bahwa kompetensi seseorang sudah distandarisasi dan diakui oleh negara sepanjang kredibiltas lembaga yang mengeluarkannya (LSP) telah diakui oleh negara melalui BNSP lewat lisensi yang dikeluarkan.

Memiliki sertifikasi memberikan banyak manfaat yang dibutuhkan professional. Misalnya memiliki nilai kompetitif yang lebih tinggi dibanding kandidat tanpa sertifikasi. Pemilik sertifikat kompetensi juga punya peluang mendapatkan peluang pendapatan lebih tinggi. Mereka yang memiliki sertifikat, memiliki peluang diterima bekerja atau bisnis lebih besar sebagai penunjang karier professional dan usaha.

Sementara itu, bagi perusahaan atau industri, sertifikasi juga memiliki banyak keuntungan seperti mempermudah mendapatkan profesional yang tepat. Yang paling penting lagi adalah sebagai bukti kepada masyarakat pengguna jasa dan barang, bahwa perusahaan tersebut dikelola dan memperkerjakan profesional yang kompeten dan dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi.    

Untuk itu, dalam melahirkan tenaga ahli bersertifikasi kompetensi, diperlukan asesor kompetensi yang ahli pada bidangnya. Selain menjalankan tugas untuk melakukan asesmen, asesor kompetensi juga ditugaskan untuk membuat suatu mekanisme dan prosedur dalam mempersiapkan, menyeleksi melatih, mensertifikasi dan mengembangkan seorang asesi (profesi yang diuji-red) untuk mencapai kompetensi.

Asesor kompetensi merupakan seseorang yang memiliki kewenangan dalam proses uji kompetensi serta merekomendasikan asesi dapat dinyatakan kompeten atau belum kompeten. Peran Asesor kompetensi sangat penting dalam pelaksanaan asesmen. Dibbutuh kualitas dan keahlian khusus pada bidang yang dimiliki.

Melihat semakin tingginya minat berbagai profesi untuk memiliki sertifikat kompetensi, LSP AREA Indonesia dan BNSP melaksanakan Pelatihan dan Asesmen Calon Asesor Kompetensi. Kegiatan yang diikuti oleh 14 peserta ini, berlangsung sejak 13 Juni sd 17 Juni 2022 dan berlangsung di Graha Jurnalis Tebet, Jakarta Selatan. Pada pembukaan kegiatan ini, Ketua LSP AREA Indonesia Indra Utama mengatakan, untuk menjadikan Indonesia Maju, dibutuhkan SDM yang kompeten. “Kedepan sertifikat kompetensi profesi sangat diperlukan, bukan saja kancah lokal juga global. Kesadaran profesional untuk memiliki sertifkat kini semakin besar sebagai bukti kompertensi,” kata Indra Utama yang juga CEO Journalist Media Network.

Senada dengan yang dikatakan Ketua LSP AREA Indonesia, pada sambutannya membuka kegiatan ini. Muhammad Zubair, Komisioner BNSP Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) mengatakan, Indonesia sudah memiliki kebijakan yang kuat agar semua profesi bersertifikasi. “Beberapa Kementerian sudah mewajibkan tenaga ahli bersertifikasi. Profesi pekerja bangunan misalnya, sedang dipersiapkan untuk sertifikasi 7.000 pekerja bangunan. Kedepan diharapkan semua profesi memiliki sertifikat kompetensi. Untuk itu para Asesor Kompetensi juga wajib melakukan tugasnya dengan baik,’ kata Zubair.

Pelatihan dan Asesmen Calon Asesor Kompetensi diikuti oleh 14 orang peserta yang berasal dari berbagai bidang kompetensi, diantaranya LSP AREA Indonesia, LSP Praktisi Teknologi Informasi, LSP Publik Relation Indonesia, dan LSP Broker Properti Indonesia. Kegiatan ini berjalan selama 4 (empat) hari untuk pelaksanaan asesmen dan 1 (satu) hari pelaksanaan asesmen asesor kompetensi.

Pelatihan Asesor Kompetensi dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 16 Juni 2022 dibimbing oleh dua orang Master Asesor Meylina Djafar, MCN., MBA.,  serta Sri Rahayu, ST., MSE. Kedua Master Asesor ini ditugaskan langsung oleh BNSP untuk memberikan pengarahan mengenai tiga aspek fungsi asesor kompetensi, diantaranya Merencanakan Aktifitas dan Proses Asesmen (MAPA), Lalu Melaksanakan Asesmen dan terakhir Memberikan Kontribusi Dalam Validasi Asesmen (MKVA).

Selama empat hari atau setara dengan 40 jam pelatihan diberikan kepada peserta. Selanjutkan dilakukan Asesmen Calon Asesor (ACA) yang dilakukan oleh  dua Master Asesor dari BNSP Ir. Zinsari, MM., Dr. Murtanto, SE.,. MSi., Ak., CA.

Berbagai pelatihan serta praktek demontrasi yang dikerjakan para peserta selama empat hari yang dilanjutkan asesmen berlangsung tertib dan lancar. Kedua Master Asesor pengujin yang melakukan asesmen terhadap 14 peserta pada Jumat, 17 Juni 2022 lalu merekomendasikan KOMPETEN kepada 14 peserta Askom yang disambut dengan rasa bahagia dan syukur. Selamat bertugas Asesor Kompetensi dan Salam Kompeten.

 

NO.

Nama Calon Asesor

ASAL LSP

HASIL ASESMEN CALON ASESOR (ACA)

K

BK

1

AMILICIA ADI HARTANTI

LSP PRAKTISI TEKNOLOGI INFORMASI

K

 

2

DICKY RAHADIAN

LSP PRAKTISI TEKNOLOGI INFORMASI

K

 

3

MAYA CANDRA SARI

LSP BROKER PROPERTI INDONESIA

K

 

4

SURANTA BRAHMANA

LSP PRAKTISI TEKNOLOGI INFORMASI

K

 

5

RADEN ARIES SOFYAN ZARKASIH

LSP PRAKTISI TEKNOLOGI INFORMASI

K

 

6

AVISINA BASYA

LSP PUBLIK RELASI INDONESIA

K

 

7

STEFANUS ANDY ADVENTA ADI

LSP PRAKTISI TEKNOLOGI INFORMASI

K

 

8

DJOKO YOEWONO

LSP AREA INDONESIA

K

 

9

KHAIRANI DWI PURI

LSP AREA INDONESIA

K

 

10

TJENDRA KOSIM

LSP AREA INDONESIA

K

 

11

ANTONIUS NGADIMUN

LSP AREA INDONESIA

K

 

12

TRIAN HERMAWAN

LSP AREA INDONESIA

K

 

13

NAIDA FARADIBHA

LSP AREA INDONESIA

K

 

14

DENY RAHMAD

LSP AREA INDONESIA

K